Sabtu, 19 November 2011


AKHIRNYA KAU MENIKAH JUGA DENGAN DIRINYA


Memang aku salah dengan apa yang aku lakukan,mencuri nomer telfon some one sepecialnya Ani,namun tujuanku hanyalah satu yaitu mengetahui apa yang sebenernya ada diantara hubungan mereka berdua,mengapa aku lakukan hal ini?karena selama aku mengenal ani,dia tak pernah mau jujur bicara atau menceritakan hubungan mereka berdua,bagi ani aku memang tak harus ikut campur tentang hal itu karena itu termasuk prifasi ani,tapi ternyata ga mudah bagiku untuk hanya diam dalam menyimpan banyak Tanya tentang hubungan ani dengan dia.
Sejak ani tahu kalo aku sms lelaki itu maka yang terjadi ani banyak menyalahkanku,hal ini tidaklah mengapa karena aku sendiri juga sudah menyadari akan salahku,kelancanganku,di benci ani merupakan sebuah konskwensi yang harus aku terima dari sikapku itu
Namun di balik semua ini kini banyaklah hikmah yang harus aku dan ani petik,bagiku kini aku mengerti ternyata ani memang bahagia menjalin hubungan bersama lelaki itu,ani tetep masih memiliki seseorang yang menjaganya,menghiburnya,serta memiliki tempat untuk berbagi suka dan duka meski aku harus pergi dengan sebenarnya,7 bulan yang sudah aku lewatkan bersama ani akan menjadi suatu kenangan berharga yang akan tetap aku simpan dalam hatiku.
Kalimat yang kini kadang menyadarkanku ialah:
Apa to yg sbnarnya mas mau ??
Mas pngen mngmbl 1 lg kbhgiaan Any ?
Satu kalimat yang mampu menusuk hatiku,ga pernah terfikirkan olehku ternyata kasih serta sayang yang selama ini ku berikan buat Ani terlalu berlebihan sehingga apa yang aku alami membuat perasaan ini terasa berat harus menerima kenyataan,yaitu sebuah kenyataan untuk berhenti berharap memiliki hati ani secara utuh.
Secara jujur,,,”ingin rasanya kebersamaan ini tak pernah berakhir,ingin rasanya setiap iringan langkah kita ini tak pernah putus,ingin terus bersama dan beriring…”ini hanya secuil harapanku untuk ani.

“diajeng cupitku sing ayu lagi apa?”
Biasanya kalimat itu yang sering menjadi salam pembuka di stiap sapaanku lewat sms…namun sejak Ani menganggap aku ingin merenggut 1 kebahagiaan Ani maka kalimat sapaan inipun aku kubur dalam-dalam di hatiku,dan apa yang menjadi mimpi serta harapanku akan aku biarkan mengalir apa adanya dengan segala kondisi serta situasi yang akan terjadi,kata pasrah yang sering ani katakan benar-benar juga akan aku terapkan dalam kehidupanku.

JAGALAH LENTERA KASIHMU
Tak banyak yang bisa aku lakukan buat ani karena aku sendiri menyadari akan siapa diriku
Banyaknya kekurangan yang ada pada dirikulah yang kemudian menyadarkanku lebih baik aku pergi
Dahulu aku memang pantang menyerah untuk selalu ada di samping ani,namun bersama perjalanan situasi mungkin inilah yang terbaik yaitu pasrah
Janganlah ani menganggap aku pingin merenggut kebahagiaan ani,Karena kata-kata inilah yang menyakitiku
Kesalahan ani adalah ….. ahhh tidak! Ani tidaklah salah…
Kesalahanku adalah telah membiarkan hatiku jatuh hati kpd ani namun aku brusaha menampiknya,sehingga tak terasa akupun mencurahkan kasih serta sayang yang berlebihan kepada ani
Namun jujur bersama ani rasanya tenang,nyaman,dan mampu merasakan sesuatu yang entah itu apa
AHHH sudahlah….
Semoga ANI mampu menjaga lentera kasih bersamanya sehingga arah masa depan anipun semakin Nampak
Semoga lentera kasih itu bisa membawa kehidupan ani yang sebenarnya
Semoga lentera kasih itu mampu menuntut apa arti kasih serta sayank yang sebenarnya
Semoga lentera kasih itu mampu menemani dan tahu akan jeritan ani yang sering ani sembunyikan
Semoga lentera kasih itu mampu mengusap setiap air mata kesedihan ani
Semoga lentera kasih itu mampu menjadi sahabat serta do-a untuk ani.
Sejak aku mendengar kabar pada tgl 20-november-2011 ani akan melangsungkan akad nikah,Banyak hal yang kemudian berubah dalam hari-hariku,akhirnya aku menyadari betapa hatiku haruslah tabah dengan keadaan hidupku,semua ini memang salahku,kini aku menyadari banyak hal akan kekurangan hidupku
Ada seorang teman yang mengatakan……
Datanglah saat acara akad nikah di pernikahannya bersama teman-sebanyak-banyaknya,jangan kau datang sendiri,jangan berlagak sok tabah karena hal itu hanya akn menambah kenangan pahit ,dengan banyak teman tentunya mereka akan membantu agar tersamlur,kita bisa guyon-guyon,,,jangan temui dia secara pribadi karena apa yang kita lakukan tidak akan pernah merubah apapun..Percuma!!Selesai acara langsung pulang anggap apa yang tadi deliwati adalah sekedar acara makan-makan di resto,jangan bawa kado ataupun member ucapan yang terlalu berkesan karena hal itu justru akan membuat kamu lebih bersedih,sedangkan dia hanya akan merasa risih dengan ucapan-ucapan berlebihan yang sudah ga perlu lagi buat dia,jangan terlalu terpaku memandang dia atau pasangannya,karena hal itu justru akan menambah memori dalam otakterasa terbuang sia-sia,lebih baik kagumi dekorasi,soun system,pengisi acara,atau apapapun yang menurut kamu bisa jadi bermanfaat atau acuan untuk aktifitas sehari-hari dengan begitu kamu gak akan terlalu kagum tentang kedua mempelai melainkan kamu pulang membawa ilmu serta pengalaman yang lebih bermanfaat untuk memacu semangat agar tetap tegar menjalani kehidupan meski tanpa dia”.
Dari kalimat itulah kemudian saya mulai menyakinkan pada hati ku bahwa pernikahan itu ialah penyatuan dua hati yang berbeda yang akan saling memberi kasih sayang,perhatian serta kepedulian...berubahnya suatu hukum yang tadinya haram menjadi halal,..pernikahan ialah memenuhi sunah rosul dan hal itu merupakan suatu ibadahkarena dengan menikah berarti manusia sudah menyempurnakan separuh agamanya,nuansa pernikahanpun adalah kebahagiaan kalaupun ada air mata semua itu hanya air mata kebahagiaan,pernikahanpun merupakan acara sacral yang sebagai mana di situ banyak sekali doa serta restu yang di sampaikan,pernikahan merupakan awal dimana sepasang sejoli membuka lembaran baru meski harus meninggalkan namun pada hakekatnya adalah menemukan pasangan hidup untuk menjalani bersama suka duka bahagia lara dalam keadaan apapun dan pastinya menuju ke suatu tujuan yaitu untuk memperoleh ketenangan hidup,menjaga kehormatan atau pandangan mata serta mendapat keturunan hingga tercipta rumah tangga yang sakinah mawadah wa rohmah.
Mengambil hikmah dari semua yang sudah aku lalui,mengenai kebersamaan yang selama ini kami lewati pastinya akan kubiarkan mengalir menyejarah dalam kehidupanku karena biar bagaimanapun aku harus yakin memang inilah yang terbaik bagiku terlebih bagi Ani.

1 komentar: