Sabtu, 19 November 2011

MIMPI YANG KIAN RUMIT

Hidub ini kian seprti mimpi,ada banyak kemustahilan,seprti drama yang tak berbabak dan tak bersekenario,ia datang dan pergi kapan saja,dengan kekacauan atau ketenangan yang pura-pura.Ini ukuran kemanusiaan ,bukan mendahului takdir yang gelap tertutup tabir.

Apa yang dulu mustahil bisa mungkin,dan memang begitulah mimpi.Sebab hidub tak lagi harga untuk sebuah karya,kompetisi,apalagi jati diri.Sebab hidub kini adalah uang.sebab uang adalah hidub,tak ada uang janganlah berharap hidub.

Dari mimpi lahirlah uang,dari uang lahirlah mimpi,meski mimpi kta tentang uang itu tak sebanding dengan rasio ketersediaan lapangan kerja,juga jaminan persaingan kerja yang sehat.
Sebagian penyelesaian masalah hidub in memang memerlukan uang.

Tapi apa yg kadang kita saksikan saat ini adalah tirani uangterhadap segala hal.Sebab di balik semua ini ada manusia yang tidak cukup dengan uang.Demi sesuap nasi dan seteguk air.
Sebuah budaya konsumerisme telah menciptakan mimpi-mimpi rumit,seperti wajah-wajah iklan penuh gincustatus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar