Sabtu, 19 November 2011

Beberapa pesan singkat ani di hand phoneku


Beberapa pesan singkat ani di hand phoneku:


Nas ping tali pati gondhok gong…sopo sing ngapusi mlebu genthong

“Dari sini aku mulai bisa mengerti model orang kaya njenengan,semangatku untuk merubah njenengan lebih baik(meski di mulai dari hal-hal yang kecil)juga sudah di patahkan…aku baru sadar aku ki siapa?kok ngatur2 hidupmu…”

“Ga Cuma sekali njenengan melakukan aku kaya gini..merasa tdk di hargai sebagai seorang perempuan…apa pernah aku menyakiti njenengan seperti ini…”

“Kemarin malam mimpi diajak njenengan ziarah ke makam,ga tahu itu makamnya siapa,aku mengangis minta diajak pulang,tpi ga di anter…”

“kalo semua yang kita mau harus terpenuhi,lalu dari mana kita akan belajar bersabar,kalo apa yang kita inginkan harus kita miliki lalu dari mana kita akan belajar ikhlas..kalo doa-doa kita selalu di kabulkan dengan cepat lalu dari mana kita akan memanfaatkan seluruh kemampuan kita untuk berusaha secara maksimal..kalo kehidupan kita selalu bahagia lalu dari mana kita dapat dekat dan merasa butuh dengan sang pencipta..kalo kesedihan itu adlah hujan dan matahari itu adalah kebahagiaan maka kita memerlukan keduanya untuk melihat pelangi”

“terima kasih yam as,,banyak kebaikan yang sudah mas berikan untuk ani dan keluarga,,,orang lain yang jadi saudara,,terimakasih karena selalu ada untuk kami,meski masuk dalam waktu yang singkat”

“Terima kasih karena meski sebentar sudah ikut mengiringi perjalanan keluarga saya,,,,terima kasih untuk setiap kebahagiaan yang sudah njenengan lakukan untuk keluarga dan untuk ani terutama,,,terima kasih karena selalu ada tiap kami bantuan,terima kasih untuk waktu yang di luangkan Cuma untuk mendengarkan ceritaku,,,terima kasih karena telah ikut menguatkan ketika saya mulai ingin menyerah,,terima kasih telah menjadi figure yang menenangkan untuk saya dan upi,,,,”
“Alloh itu maha adil,ketika saya dan upi harus kehilangan bapak,,,Tuhan mengganti meski dengan bentuk lain wujudnya,kasih saying bapak dapat kami rasakan melali orang-orang seperti njenengan…”

“Sebenernya sebelum mas hasim pulang ke temanggung ani pingin memanfaatkan sisawaktu yang tinggal beberapa hari lagi…mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi di temenin meski Cuma via sms,tpi kaya’e itu Cuma keinginan sepihak yang tidak perlu di wujutkan,Met aktifitas,maaf pagi2 sudah gangguin”

“Sejak bapak meninggal saya punya ketakutan yang besar tiap kali kembali merasakan kehilangan orang-orang terkasih…tapi ini manusiawi”

“Apapun bentuk kasih saying itu,tapi jujur bersama njenengan ani merasa jadi perempuan yang bener2 di sayank…”

“1.Sedih…2.Saya merasa banyak salah sama njenengan…3.Banyak permintaan yang ga bisa saya penuhi…4.Ga ada yang menetralisir suasana rumah”

“Saya Cuma sedang mengajari upi untuk bersiakp realistis,bertanggung jawab,membangun suatu komitment yang bertanggung jawab,mencintai dengan hati dan dengan nalar,memperhitungkan segala kemungkinan,memperkirakan segala akibat yang akan muncul dan sekedar meluruskanbahwa cinta bukan atas segalanya”

“Apa to yang sebenarnya mas mau??mas pingin mengambil 1 lagi kebahagiaan any ?”

“Makasih ya mas sudah menciptakan 1 masalah lagi untukku”

“Kami baik-baik saja kok…Any Cuma minta njenengan ga perlu sms mas Heru lagi,,,sebelumada kesalah pahaman yang lebih besar…Cuma itu saja.”

“Terima kasih mas sudah menjadi orang yang amat baik untuk ani dan keluarga….bahkan sampai sekarang ani ga pernah bisa membalasnya.”

“Maaf atas sikap-sikap ani yang ga berkenan di hati njenengan…terima kasih untuk kasih sayang yang pernah njenengan berikan untuk ani…”

“Sebelumnya ani minta maaf…posisi ani saat ini,ani sudah di khitbah orang…jadi kalo mas hasim main ke rumah jumoyo mungkin ani sudah ga bisa nemenin seperti dulu lagi”

“Maaf…mungkin selama bersama banyak kesalahan yang ani lakukan,terimakasih untuk kasih sayang yang pernah di berikan…setiap kebaikan yang tidak bisa ani balas dan semoga kebahagiaan yang hakiki akan segera dating menghampiri mas hasim,semoga tali silaturahim ini akan selalu terjaga…”
                        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar