Beberapa
pesan singkat ani di hand phoneku:
“Nas ping tali pati gondhok gong…sopo sing ngapusi mlebu genthong”
“Dari sini aku mulai bisa mengerti model orang kaya
njenengan,semangatku untuk merubah njenengan lebih baik(meski di mulai dari
hal-hal yang kecil)juga sudah di patahkan…aku baru sadar aku ki siapa?kok
ngatur2 hidupmu…”
“Ga Cuma sekali njenengan melakukan aku kaya gini..merasa tdk di hargai
sebagai seorang perempuan…apa pernah aku menyakiti njenengan seperti ini…”
“Kemarin malam mimpi diajak njenengan ziarah ke makam,ga tahu itu
makamnya siapa,aku mengangis minta diajak pulang,tpi ga di anter…”
“kalo semua yang kita mau harus terpenuhi,lalu dari mana kita akan
belajar bersabar,kalo apa yang kita inginkan harus kita miliki lalu dari mana
kita akan belajar ikhlas..kalo doa-doa kita selalu di kabulkan dengan cepat
lalu dari mana kita akan memanfaatkan seluruh kemampuan kita untuk berusaha
secara maksimal..kalo kehidupan kita selalu bahagia lalu dari mana kita dapat
dekat dan merasa butuh dengan sang pencipta..kalo kesedihan itu adlah hujan dan
matahari itu adalah kebahagiaan maka kita memerlukan keduanya untuk melihat
pelangi”
“terima kasih yam as,,banyak kebaikan yang sudah mas berikan untuk ani
dan keluarga,,,orang lain yang jadi saudara,,terimakasih karena selalu ada
untuk kami,meski masuk dalam waktu yang singkat”
“Terima kasih karena meski sebentar sudah ikut mengiringi perjalanan
keluarga saya,,,,terima kasih untuk setiap kebahagiaan yang sudah njenengan
lakukan untuk keluarga dan untuk ani terutama,,,terima kasih karena selalu ada
tiap kami bantuan,terima kasih untuk waktu yang di luangkan Cuma untuk
mendengarkan ceritaku,,,terima kasih karena telah ikut menguatkan ketika saya
mulai ingin menyerah,,terima kasih telah menjadi figure yang menenangkan untuk
saya dan upi,,,,”
“Alloh itu maha adil,ketika saya dan upi harus kehilangan bapak,,,Tuhan
mengganti meski dengan bentuk lain wujudnya,kasih saying bapak dapat kami
rasakan melali orang-orang seperti njenengan…”
“Sebenernya sebelum mas hasim pulang ke temanggung ani pingin
memanfaatkan sisawaktu yang tinggal beberapa hari lagi…mulai dari bangun tidur
sampai mau tidur lagi di temenin meski Cuma via sms,tpi kaya’e itu Cuma
keinginan sepihak yang tidak perlu di wujutkan,Met aktifitas,maaf pagi2 sudah gangguin”
“Sejak bapak meninggal saya punya ketakutan yang besar tiap kali
kembali merasakan kehilangan orang-orang terkasih…tapi ini manusiawi”
“Apapun bentuk kasih saying itu,tapi jujur bersama njenengan ani merasa
jadi perempuan yang bener2 di sayank…”
“1.Sedih…2.Saya merasa banyak salah sama njenengan…3.Banyak permintaan
yang ga bisa saya penuhi…4.Ga ada yang menetralisir suasana rumah”
“Saya Cuma sedang mengajari upi untuk bersiakp realistis,bertanggung
jawab,membangun suatu komitment yang bertanggung jawab,mencintai dengan hati
dan dengan nalar,memperhitungkan segala kemungkinan,memperkirakan segala akibat
yang akan muncul dan sekedar meluruskanbahwa cinta bukan atas segalanya”
“Apa to yang sebenarnya mas mau??mas pingin mengambil 1 lagi
kebahagiaan any ?”
“Makasih ya mas sudah menciptakan 1 masalah lagi untukku”
“Kami baik-baik saja kok…Any Cuma minta njenengan ga perlu sms mas Heru
lagi,,,sebelumada kesalah pahaman yang lebih besar…Cuma itu saja.”
“Terima kasih mas sudah menjadi orang yang amat baik untuk ani dan
keluarga….bahkan sampai sekarang ani ga pernah bisa membalasnya.”
“Maaf atas sikap-sikap ani yang ga berkenan di hati njenengan…terima
kasih untuk kasih sayang yang pernah njenengan berikan untuk ani…”
“Sebelumnya ani minta maaf…posisi ani saat ini,ani sudah di khitbah
orang…jadi kalo mas hasim main ke rumah jumoyo mungkin ani sudah ga bisa
nemenin seperti dulu lagi”
“Maaf…mungkin selama bersama banyak kesalahan yang ani
lakukan,terimakasih untuk kasih sayang yang pernah di berikan…setiap kebaikan
yang tidak bisa ani balas dan semoga kebahagiaan yang hakiki akan segera dating
menghampiri mas hasim,semoga tali silaturahim ini akan selalu terjaga…”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar